Serba Serbi Saint Cloth Myth Leave a comment

SERBA SERBI SAINT CLOTH MYTH SCM

Saint Seiya Myth Cloth (聖闘士聖衣神話Seinto Seiya Kurosu Maisu) adalah lini action figure populer yang dirilis Bandai berdasarkan anime / manga Saint Seiya buatan Masami Kurumada. Dikenal dengan nama Saint Cloth Myth SCM, ciri khas utama lini adalah action figure yang mampu mengenakan armor diecast. Jika tidak dikenakan, armor itu dapat disusun menjadi bentuk konstelasi yang dinamakan object. Dikarenakan harganya, pasar yang ditargetkan adalah kolektor pria dewasa.

Semula, Bandai hanya merencanakan agar Saint Cloth Myth merilis 5 figur Bronze Saint saja, dalam rangka peringatan 12 tahun Saint Seiya, serta merayakan peluncuran OVA Hades Arc Chapter Sanctuary. Pada bulan Desember tahun 2003, Bandai merilis figur perdana SCM Pegasus Seiya V2 dan Dragon Shiryu V2. Tiga Bronze Saint lain menyusul rilis setiap bulan: SCM Cynus Hyoga V2, SCM Andromeda Shun V2, SCM Phoenix Ikki V2. Dikarenakan sambutan yang luar biasa, Bandai akhirnya langsung merilis figur Gold Saint mulai bulan April 2004, yakni SCM Leo Aiolia. Dan sejak saat itu, lini Saint Cloth Myth terus dirilis secara berkala. Akan tetapi, setelah perilisan SCM Sagittarius Omega, lini ini hanya dirilis secara terbatas melalui Tamashii Japanese Web Store. Hal ini mengakibatkan meroketnya harga rilisan SCM berikutnya dengan embel-embel limited edition.

SUB-LINI SAINT CLOTH MYTH

(1) SCM APPENDIX
Pada tahun 2007, Bandai merilis Saint Cloth Myth Appendix. Sub-lini ini hanya berfokus pada figur setengah badan saja (bust), sambil menambah detail di sana-sini. Produk pertamanya adalah SCM Appendix Wyvern Rhadamanthys. Nampak jelas, pahatan wajah Rhadamanthys jauh lebih ganteng. Dan sebagai bonus, Wyvern Surplice memiliki sayap yang membengkok ke arah depan sehingga menambah kesan dinamis. Khusus untuk figure bust para Gold Saint, tersedia juga varian warna Original Color Edition OCE. Lini ini juga pernah merilis action figure mengenakan pakaian kain (plain cloth) serta membawa Pandora Box, yakni SCM Appendix Pegasus Seiya dan SCM Appendix Dragon Shiryu. Selain itu, ada pula rilisan SCM Appendix Pandora Box 12 Gold Saint dan 12 Mini Object. Secara formal, lini ini kini telah dimatikan, terhitung sejak rilisan SCM Appendix Sagittarius Aiolos pada Januari 2011. Namun beredar kabar, bahwa lini ini akan dibangkitkan kembali, dikarenakan foto teaser bust Athena Saori

 

(2) SCM EXCLAMATION
Sub-lini kedua adalah Saint Cloth Myth Exclamation – SCM EX – rilis perdana pada Agustus 2011 dengan produk Bandai SCM EX Gemini Saga. Lini ini adalah upgrade dari lini utama SCM dengan perbedaan ukuran serta perbaikan detail. Mulanya, banyak kolektor tidak menyukai SCM EX dikarenakan harga jual yang hampir dua kali lipat lebih mahal. Akan tetapi, lama-kelamaan diterima juga. Bahkan kini, SCM EX menjadi standard baru figur Saint Seiya. Lini SCM EX terbagi beberapa sub-lini antara lain Gold Saints EX, Gold Saints EX OCE, Soul of Gold EX, Bronze Saints EX, Mariners EX, Specters EX, God Warriors EX, Saintia Sho EX, Accessories EX.

 

(3) SCM CROWN
Sebulan setelah SCM EX Gemini Saga dirilis, Bandai kembali merilis sub-lini baru: Saint Cloth Myth Crown – SCM Crown. Ciri khas utama lini ini adalah ukurannya yang sangat besar. Tepatnya dengan skala 1:6 sehingga bisa disandingkan dengan figur-figur Hot Toys. Armor yang disertakan berupa diecast dengan detail-detail dekorasi pahatan yang lebih detail. Harga perdana produk ini setara dengan harga Hot Toys era tahun 2011, yakni Rp 3.000.000 ke atas. Produk perdana sub-lini ini adalah SCM Crown Sagittarius Aiolos / Sagittarius Seiya yang diikuti oleh SCM Crown Poseidon. Dikarenakan tingkat penjualan yang rendah, sub-lini ini dimatikan yang menyebabkan SCM Crown Aquarius Camus / Aquarius Hyoga serta SCM Crown Libra Dohko / Libra Shiryu gagal dirilis.

 

(4) SCM LoS / Saint Cloth Legend SCL
Pada acara Tamashii Nations Summer Collection 2014, Bandai mengumumkan lini baru yakni Saint Cloth Myth Legend of Sanctuary – SCL atau SCM LoS. Bandai bahkan langsung memamerkan beberapa prototype figure lini ini, mulai dari Gemini Saga, Sagittarius Aiolos, Pegasus Seiya hingga Cancer Deathmask. Ciri khas lini adalah merilis figur-figur dari film 3D Saint Seiya : The Legend of Sanctuary. Perlu diketahui, lini ini tidak menyertakan kerangka object, serta figur yang dikemas sudah mengenakan armor. Akan tetapi, film layar lebar ini tidak disukai para fans yang berimbas pada penjualan lini ini. Terhitung hanya SCL Gemini Saga dan SCL Sagittarius Aiolos saja yang berhasil dirilis.

SCL Sagittarius Aiolos (kiri) v.s. SCM EX Sagittarius Aiolos (kanan)

Dari semua sub-lini yang disebutkan di atas, hanya Saint Cloth Myth EX (bersama SCM reguler) saja yang masih terus-menerus dirilis hingga sekarang.

PERBEDAAN SCM EX (kiri) vs SCM (kanan)

Perbedaan yang paling menyolok adalah ukuran. SCM EX memiliki tinggi 18cm dengan ukuran armor yang sedikit lebih besar. Perbedaan lain adalah detail armor dan detail wajah. Armor dan wajah SCM EX terlihat lebih realistis dan proporsional. Maka tak heran, kolektor Saint Seiya lebih menyukai lini SCM EX dibanding lini SCM reguler.

Akan tetapi, semenjak lini SCM EX diluncurkan, lini SCM reguler kini tampil lebih baik. Misalnya saja, SCM Balron Lune. Bagi orang awam, dia bisa saja mengira Balron Lune adalah produksi SCM EX, padahal sebenarnya adalah SCM reguler.

NENEK MOYANG SAINT CLOTH MYTH 

25102237957_c6e82df3d8_o.jpg
Jauh sebelum ada Saint Cloth Myth, Bandai telah merilis lini Saint Cloth. Kita sekarang menyebutnya SCM Vintage. Lini SC dirilis bertepatan dengan perilisan anime Saint Seiya, yakni pada tahun 1987. Bahkan untuk standar zaman itu, lini SC sangat menghebohkan dikarenakan artikulasi dan armor diecast. Harga perdana lini SC saat itu sekitar Rp300.000. Terlihat murah bagi kita, namun di era 1980an harga itu setara dengan mahalnya harga lini SCM EX saat ini. Oleh sebab itu, tidak semua anak kecil era 1980an seberuntung itu untuk memiliki produk Saint Cloth. Total terdapat 53 figur Saint Cloth plus arena Coliseum.

Lini Saint Cloth sempat mengalami mati suri, berhubung anime Saint Seiya berhenti tayang setelah Poseidon Arc usai. Namun pada tahun 2000, Saint Cloth dibangkitkan kembali. Namun Saint Cloth 2000 disebut memiliki mutu di bawah Saint Cloth 1987. Alhasil, para kolektor ogah mengoleksi lini SC 2000. Hal itu diperparah dengan lisensi yang tidak seragam. Contohnya, SC 2000 wilayah Italia tidak dirilis Bandai, melainkan oleh Giochi Preziosi. Produk terakhir lini Saint Cloth 2000 adalah Papillon Myu yang dirilis pada tahun 2006 (lima tahun setelah rilisan perdana Saint Cloth Myth).

PERAWATAN SCM

Secara umum, merawat figur-figur SCM berbeda dibanding figur-figur pada umumnya. Hal ini dikarenakan, SCM memiliki bahan diecast yang mudah berkarat. Karena, perawatan ekstra sangat dibutuhkan.

  1. Selalu gunakan sarung tangan kain/karet. Jari Anda mengandung campuran keringat, minyak dan berbagai kotoran yang dapat meninggalkan bekas sidik jari permanen, terutama pada armor plastik yang disepuh chrome.  Kerusakan lain yang dapat muncul adalah rontoknya lapisan cat. Bekas keringat/ minyak pada jari juga bisa menyebabkan tumbuhnya karat.
  2. Jauhkan dari tempat lembab. Tanpa harus dijabarkan, besi mudah berkarat jika ditempatkan pada ruangan lembab. Oleh sebab itu, selalu pajang koleksi SCM di tempat yang kering. Gunakan silica gel bila perlu.
  3. Jauhkan dari paparan sinar matahari. Sinar matahari mampu memudarkan cat SCM, bahkan merontokkan lapisan chrome.
  4. Jangan terlalu sering memainkan sendi figur. Jika terlalu sering dimainkan, sendi-sendi akan menjadi loss.
  5. Top coat armor SCM Anda dengan lapisan coat bening glossy. Dengan adanya lapisan pelindung, cat SCM akan bertahan lebih lama dan aman dipegang jari.
  6. Pajang SCM Anda di dalam lemari pajangan atau di dalam display box. Debu yang dibiarkan menumpuk dapat menjadi masalah karena sulit dibersihkan.

ORIGINAL VS BOOTLEG KW

Berbeda dengan produk bajakan lain (contoh: bajakan SHF), SCM KW mudah dibedakan dari SCM original:

  1. SCM KW selalu memiliki kemasan berbeda dan merk sendiri. Terkadang malah tanpa merk sama sekali.
  2. SCM KW rata-rata tidak menyertakan rangka object – hanya figur dan armor saja.
  3. SCM KW memiliki harga yang lebih rendah dibanding harga Bandai SCM.

Dalam hal mutu, sebenarnya, SCM KW tidak kalah dari SCM original. Malah terkadang SCM KW lebih unggul dalam hal inovasi detail armor dan ukuran. Misalnya saja, produk Great Toys Pegasus Seiya God Cloth. Meskipun Bandai hanya merilis versi reguler, Great Toys berani merilis versi EX dengan detail sayap yang menyerupai sayap SCM EX Sagittarius Aiolos. Namun tentu saja, ada merk SCM KW yang memiliki standard rendah. Misalnya merk ShengYu.

Akan tetapi, tidak berarti Anda gampang memilih SCM KW sesuka Anda. Hal itu dikarenakan produsen KW ternama tidak merilis semua figur. Jadi, misalkan, Anda ingin memiliki figur SCM EX Ophiuchus. Maka Anda terpaksa harus membeli merk JModel atau XingChen Star Model dikarenakan Great Toys tidak memproduksi figur itu.

Figur original Bandai SCM tidak selalu terjamin mutunya meskipun harganya selangit. Ini tentu mengecewakan sekali! Komplain yang paling sering terdengar adalah:

  • Lapisan cat Bandai mudah ngelotok jika sudah terpegang jari.
  • Amor tergores (terutama pada armor plastik) padahal barang masih segel.
  • Armor dengan tekstur kerikil yang diakibatkan oleh menempelnya debu saat pengecatan.
  • Ada part rusak. Pengalaman pribadi, saya memiliki object SCM EX Libra Dohko dengan lubang tombak yang loss sehingga mustahil bagi saya untuk menancapkan tombak di sana.
  • Error pada kerangka object. Misal, kaki object Andromeda God terangkat sedikit sehingga tidak stabil. Contoh lain, tangan Aquarius SoG tidak bisa memegang guci.

Kesimpulannya, produk original tidak selalu bagus dan produk KW tidak selalu jelek. Masalah apakah Anda memilih produk original atau produk bootleg KW disesuaikan dengan selera dan dompet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + nineteen =

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Translate »