Niantic Bantah Gosip Perilisan Pokemon GO di Asia

Beberapa waktu lalu, beredar kabar bahwa developer Pokémon GO – Niantic – akan merilis game fenomenal itu secara resmi di wilayah Asia pada pertengahan Juli 2016. Tapi para pemain Pokémon GO di Asia kecewa sekali setelah mengetahui bahwa kabar itu ternyata tidak benar. Mobile game ini menggunakan augmented reality yang memungkinkan para pemain untuk mencari serta menangkap Pokemon di dunia nyata. Game ini sangat digandrungi oleh masyarakat dunia meskipun hanya dirilis di Amerika Serikat, Australia, New Zealand, Inggris, Jerman, Spanyol, Portugal. Jubir dari Fortyseven Communications, perwakilan Niantic, berkata pada IGN Southeast Asia: “Tim developer sedang mengembangkan game ini. Saat ini, kami belum memiliki rencana perilisan di luar Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, dan Jerman.”

Gosip sesat perihal perilisan Pokemon Go di wilayah Asia bermula dari artikel di Wall Street Journal yang melaporkan bahwa perilisan Asia hanya berselang beberapa hari saja. Dan katanya, berita ini didapat dari pihak Niantic. Para calon Pokemon trainer menduga perilisan akan dilaksanakan pada hari Kamis, karena hanya pada hari itulah toko-toko aplikasi biasanya di-refresh. tapi setelah hari itu berlalu, game itu tidak terlihat. Penantian pun berubah menjadi kekecewaan.

Kento Suga, marketing manager Niantic untuk wilayah Asia, menulis di twitter: “Pokémon GO telah dirilis di beberapa negara, tapi butuh waktu lebih lama lagi untuk perilisan Jepang. Mohon bersabar sedikit lagi.”

Berhubung perilisan Pokemon GO di Asia masih belum jelas, banyak penggemar Pokemon Asia mengunduh game ini secara ilegal lewat link bocoran. Resiko dari menjalankan file APK ilegal ini antara lain adalah resiko terpapar virus atau malware, resiko menjadi korban hacking, juga resiko di-ban secara permanen saat game ini benar-benar dirilis di Asia.Tapi rupanya resiko-resiko tersebut tidak menyurutkan antusiasme para pecinta Pokemon di Asia. Bahkan harian The Jakarta Post melaporkan bahwa banyak Pokemon trainer Indonesia menyewa jasa Gojek untuk berburu Pokemon. Pada saat yang sama, pecinta Pokemon di Malaysia misalnya mengeluhkan bahwa Pokemon tidak dapat ditemukan di sana.

Chief Executive Niantic, John Hanke, berkata pada Reuters bahwa mereka mengusahakan perilisan Pokemon GO di 200 negara… SEGERA. Masalah yang mereka hadapi saat ini adalah server yang belum mampu menampung semua pemain. Sayangnya, Hanke tidak memberikan detail waktu kapan perilisan itu bisa dilaksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *